Mantan Staf Ungkap JKT48 Tak Bisa Terjemahkan Lirik Lagu AKB48 dengan Beda Makna

Mantan Staf Ungkap JKT48 Tak Bisa Terjemahkan Lirik Lagu AKB48 dengan Beda Makna

Jumat, 29 Mei 2020


Overseas48.com - Seorang matan staf JKT48 mengungkapkan bahwa tim operasi atau manajemen  tidak boleh melakukan terjemahan sembarangan dari lagu AKB48 yang dibawakan ke dalam bahasa Indonesia.

Hal itu diungkap oleh seorang staf di balik layar terbentuknya JKT48 di zaman pre-debut yang membantu mengurusi audisi generasi pertama.

Produser musik JKT48 'Fay Ismail' mengundang seorang mantan staf yang juga bagian dari Dentsu (perusahaan yang mengelola JKT48) untuk bercerita sejarah awal grup saudari AKB48 di Jakarta itu.

Salah satu hal yang menarik saat diceritakan adalah saat proses penciptaan lagu pertama dari JKT48 "Heavy Rotation".

Sang mantan staf bercerita saat itu diminta membuat terjemahan dari lagu populer AKB48 Heavy Rotation ke dalam bahasa Indonesia.

"Jadi gue coba translate terus gue kasih Gomi-san, eh gue kasih ke Mizuno dulu", ungkap mantan staf tersebut. Gomi-san dan Mizuno ini juga merupakan staf JKT48 saat itu. Dilihat dari nama mereka, keduanya mungkin adalah orang dari Jepang.

Mantan staf itu lalu mengatakan kalau lirik terjemahan Heavy Rotation buatannya di koreksi ulang oleh Gomi-san.

"Akhirnya waktu itu ada apa, ehh utawari ya, apa istilahnya utawari ya, jadi kaya dibenerin lagi sama Gomi-san. Jadi ehmm ada pakemnya buat translate lagu Akimoto", ungkap mantan staf sambil tertawa.

Ia juga menjelaskan kembali kalau Gomi-san bertanya saat mengoreksi pada dirinya tentang arti lirik dalam bahasa Indonesia. Keduanya berdiskusi tentang lirik terjemahan dengan makna versi aslinya yang berbeda.

"Jadi kita itu harus, lirik itu harus misalnya bahasa Jepangnya ABC ya bahasa Indonesianya harus ABC juga, jadi ga boleh disadur", jelasnya.

Staf JKT48 itu juga bercerita kalau misal arti bahasa Jepangnya 'udah lama ga bertemu' tidak boleh diubah ke 'aku kangen kamu'.

"Jadi makanya ada kaya lirik-lirik aneh kaya 'kata-kata suka menari-nari', itu kan aneh ya", ungkapnya kembali.

Kemudian sang produser musik menjelaskan kembali bahwa itu (lagu) memiliki hak cipta makanya liriknya sama.

"Karena nanti kalau liriknya diubah penulis liriknya bisa berubah by si A bukan by Akimoto tadi", jelas Fay Ismail.