Member MNL48 Ungkap Gaji Bulanan Hingga Mengaku Tak Dibayar Penuh

Member MNL48 Ungkap Gaji Bulanan Hingga Mengaku Tak Dibayar Penuh

Kamis, 19 Maret 2020


Overseas48.com - MNL48 terdiri dari 48 anggota yang dikelompokkan ke dalam 3 tim yaitu Team MII, Team NIV, dan Team L. Mereka diundang ke berbagai acara dan mendapat banyak penggemar saat ini.

Beberapa hari yang lalu sebuah media asal Filipina Pep.ph mempublikasikan sebuah berita mengejutkan tentang para gadis MNL48 dengan manajamen.

Dalam artikel terbitannya mereka mengungkap bahwa ada seorang anggota yang datang dan bercerita bahwa selama beberapa bulan tidak menerima pembayaran penuh. 

Karena hal ini banyak di antara anggota memiliki masalah dengan agensi yang manungi mereka. Banyak anggota yang takut mengutarakan hal ini karena mungkin dirinya dapat dikeluarkan dari grup.

Anggota lain juga enggan mengungkapkan keluhan mereka karena sebagian berharap tim manajemen dapat berbuat lebih banyak dengan karier mereka seperti menaikkan popularitas.

GAJI TIDAK DIBAYAR TEPAT WAKTU

Menurut cerita kami dari beberapa anggota, yang namanya tidak ingin disebutkan, gaji bulanan mereka adalah 15.000 Peso Fipilina atau sekitar Rp4.440.000,-. Gaji itu diterima pada setiap tiba hari gajian.

Namun, sejak September 2019, mereka belum menerima tunjangan penuh. Untuk bulan itu, hanya setengah gaji dibayarkan.

Bulan berikutnya, Oktober 2019, mereka baru saja menerima uang muka. Lalu gaji seperti yang diharapkan oleh anggota MNL48 yaitu 4,4 juta tidak terpenuhi setiap bulan.

Terkadang uang muka yang mereka berikan hanya PHP3.000 (sekitar Rp900.000), sehingga jumlah yang mereka terima tidak bertambah.

Tentu saja itu tidak cukup bagi anggota MNL48 untuk pengeluaran sehari-hari mereka. Terutama saat mereka memiliki acara untuk dilakukan, bahkan tidak ada uang transportasi dan makanan dari agensi.

HARAPAN MEMBER KEDEPANNYA

Mereka benar-benar kehilangan gaji dari manajemen. Lagi pula, beberapa dari mereka tidak lagi merayakan Natal saat bulan Desember bersama keluarga di provinsi masing-masing.

Banyak dari anggota merasa malu karena tidak ada uang yang tersisa untuk merayakan natal sehingga mereka hanya berkumpul sesama anggota yang berbasis di Manila.

Sebagian anggota hanya diam karena masalah ini. Mereka tidak ingin mengeluh tapi yang jelas keinginan gaji bulanan penuh tetap dibayarkan.