Haruka Nakagawa eks JKT48 Akui Dibesarkan di Panti Asuhan, Simak Cerita Pilunya Berikut!

Advertisement

Haruka Nakagawa eks JKT48 Akui Dibesarkan di Panti Asuhan, Simak Cerita Pilunya Berikut!

Sabtu, 07 Maret 2020


Overseas48.com - Kabar mengejutkan datang dari mantan personel JKT48 Haruka Nakagawa. Publik Jepang digegerkan dengan sebuah pengakuan tentang masa lalunya di sebuah acara "Bakuhou! THE FRIDAY".

Haruka mengaku membuat pengakuan bahwa dirinya mengarang seluruh cerita keluarganya dan menceritakan pengalamannya tinggal di panti asuhan saat masa kecil.

Seperti yang dilansir dalam acara tersebut oleh Yahoo Japan, Haruka lahir sebagai anak kedua dari empat bersaudara pada tahun 1992 dari ayah dseorang pegulat profesional tak dikenal dan ibunya, ibu rumah tangga biasa.

Pada usia tiga tahun, Haruka mengalami broken home sebab orang tuanya bercerai dan sang ibu meninggalkan rumah serta hak asuh dirinya diambil alih oleh sang ayah.

Ia beserta saudara kandung lainnya dipercayakan ke rumah neneknya, dan mulai tinggal di rumah metropolitan yang murah. Acara ini menyebutkan bahwa Haruka dengan kakak dan adiknya harus makan seadanya.

Pada usia delapan tahun, neneknya dirawat di rumah sakit karena penyakit jantung, hal ini membuat Haruka dan saudaranya pindah dan dirawat di panti asuhan. haruka tumbuh dan berkembang di tempat tersebut sampai usia 18 tahun dan mengikuti audisi AKB48.

Ia terpaksa menutupi masa lalunya ini karena khawatir image idolanya dapat jatuh jika publik mengetahui hal ini.

Haruka terpaksa mengarang kisah keluarga yang harmonis dan ideal, sampai mengarang cerita dalam bukunya autobiografinya "Gapapa", dirilis saat masih menjadi anggota JKT48.

Haruka mengungkapkan hal sebenarnya untuk pertama kali di tahun 2019. Kakaknya meninggal saat haruka berada Indonesia dan meningalkan 3 anaknya yang masih kecil.

Ponakannya sementara harus tinggal di sebuah panti asuhan karena kakaknya single parent dan neneknya sudah tua dan sering sakit. Namun melalui akun Twitternya, Haruka akan menjemput keponakannya segera setalah di Jepang.

Tapi karena beberapa kondisi belum pasti Haruka dapat menjemput keponakannya itu. Hambatan tempat tinggal yang jauh menjadi alasan sulitnya bertemu dan melihat perkembangan mereka.